Dandim dan Kapolres Mamuju Minta Masyarakat Dukung dan Percaya pada Pemerintah

MAMUJU – Menangani penyebaran corona virus desease (covid-19), TNI-Polri minta agar masyarakat dapat mendukung dan percaya sepenuhnya kepada pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Mamuju Kombespol Minarto, usai melakukan apel siaga dan penyemprotan massal disinfektan ke sejumlah area publik dalam Kota Mamuju, yang melibatkan unsur TNI-Polri dan Pemerintah Daerah, Rabu (31/3/2020)

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melalui Babinkantibmas serta para Kapolsek untuk menghimbau, agar masyarakat dapat percaya bahwa pemerintah bersama semua unsur terkait telah melakukan langkah dan mengambil kebijakan untuk menangani penyebaran corona virus.

“Masyarakat harus percaya dan ikuti apa yang dilakukan dan diprogramkan pemerintah, karena tidak mungkin akan mencelakakan masyarakat,” kata Kapolres.

Ia menerangkan, hingga saat ini telah dilakukan berbagai langkah secara bersama-sama antara TNI, Polri dan semua unsur pemerintah daerah, mulai dari langkah penyemprotan desinfektan, pembatasan akses masuk, hingga sejumlah sosialisasi kepada masyarakat terus digalakkan, dari langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran corona virus di wilayah Kabupaten Mamuju.

Lebih tegas Komandan Kodim 1418 Mamuju Kolonel Inf. Suyitno mengatakan, langkah dan keputusan dari pemerintah tentu selalu dilakukan dengan mempertimbangkan semua aspek sehingga tidak justru akan membuat dampak yang lebih besar.

Ia mencontohkan kebijakan Lock down di negara India yang justru berakibat sosial yang sangat besar dan telah merugikan banyak pihak, dari kasus itu ia berharap masyarakat dapat tetap tenang dan mempercayakan kepada pemerintah agar langkah antisipasi dapat dilakukan terpadu.

Terpisah Bupati Mamuju H.Habsi Wahid mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah secara terstruktur melalui tim Gugus penanganan pencegahan corona virus telah berupaya sekuat tenaga melakukan langkah antisipasi, mulai dari mengeluarkan kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat, hingga kebijakan yang sifatnya menguatkan kebijakan yang lebih tinggi dalam upaya mencegah masuknya virus corona seperti dikeluarkannya surat kepada otoritas pelabuhan untuk menghentikan sementara aktifitas penyeberangan orang, hingga surat yang dilayangkan kepada otoritas Bandara untuk mengurangi jadwal penerbangan.

Namun demikian Habsi berharap, semua masyarakat tidak menafsirkan kebijakan pemerintah secara sendiri-sendiri yang rentan menimbulkan persepsi beragam, yang justru dapat menimbulkan persoalan lain.#hms/red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *