Jelang Pilkada Konkep, Ketua Lembaga Paradigma Warning Bawaslu agar Lebih Proaktif mengawasi ASN dan Aparat Desa Berkampanye

KOREKSINEWS.id – KONKEP – Kontestasi 5 tahunan Pilkada Nampak sudah mulai terasa di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara. Ada beberapa figur sudah mulai mendeklarasikan dirinya menjadi bakal calon bupati Konkep.

Hal itu akan menjadi seksi, sebab pemilihan ini menostalgiakan beberapa nama yang masih eksis atau pernah bertarung di Pilkada pemilihan 5 tahun lalu..

Bacaan Lainnya

Hal itu menjadi perhatian Ketua Paradigma Konkep, Muh Fatur Rahman dan menilai jangan ada intervensi ataupun tendesi yang dilakukan bakal calon nanti apa lagi sampai memainkan instrumen desa sampai apartur sipil negara (ASN).

Fatur akrab disapa juga selaku tokoh pemuda Konkep dan pengurus Poros Muda Sultra, menegaskan bahwa pola seperti itu tentunya tidak sehat pada arena tarung Pilkada.

“Jika nantinya ditemukan maka tidak akan segan melaporkanya kepada Bawaslu dan instansi terkait,” tegas Fatur, Rabu (19/6/2024)

” Tentunya kami yang tergabung dalam Poros Muda Sultra & lembaga paradigma konkep, akan benar -benar mengawal, agar semua sesuai koridor regulasi jika nantinya kami temukan hal yang berbau curang, maka kami akan laporkan karna sudah jelas undang-undangnya, bahwa aparat desa maupun jajaran perangkatnya tidak boleh terlibat dan terang- terangan dalam mengkampanyekan figur calon bupati,” tegas Fatur.

Menurutnya, pada proses penegasannya tetap harus berkiblat kepada UUD Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur daftar pejabat Negara yang tidak boleh dilibatkan sebagai pelaksana/tim kampanye Pemilu. Hal itu termuat dalam Pasal 280 Ayat (2) dan (3).
larangan terlibat kampanye tertuang dalam Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Pada pasal 51 UU itu disebutkan, perangkat desa dilarang ikut serta dan atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan atau pemilihan kepala daerah.

Dasar dari itu Fatur Rahman selaku aktivis Sultra mengecam, jika nantinya ada ditemukan aparat desa ataupun perangkat yang secara diam-diam melakukan kampanye tertutup, dan jika itu ketahuan ia tidak akan segan-segan mengumpulkan data dan melaporkan supaya ada efek jera.

” Tentunya kita semua berkeinginan melihat Pilkada yang damai dan sehat, agar semua bisa kita lihat kemampuan masing- masing calon kepala daerah dalam mengait hati masyarakat Konawe Kepulauan, tanpa harus memakai instrumen desa secara diam-diam,” ungkapnya.(Red)

Editor: Jaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *