LAK Sulbar: Jangan Sampai Dana Corona di Korupsi Ramai-ramai?

MAMUJU – Wabah virus corona desease atau disingkat Covid-19, hampir melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan di Indonesia sesuai intruksi Presiden Joko Widodo menjadikah Covid-19 sebagai bencana Nasional, sehingga pemerintah pusat bekerjasama menggelontorkan anggaran sampai angka triliunan.

Olehnya itu, anggaran tersebut bisa menyentuh dan tepat sasaran, seperti dikatakan Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Provinsi Sulbar, Muslim Fatillah Azis, melalui sambungan via WhatsAap (WA) kepada Koreksi.id, Kamis malam (16/4/2020)

Bacaan Lainnya

“Laskar Anti Korupsi Sulbar meminta pemerintah daerah agar memaksimalkan relokasi anggaran penanganan Covid-19. Hapus saja anggaran yang tidak terlalu mendesak, seperti perjalanan dinas, pengadaan mobil dinas, kegiatan seremonial seperti sosialisasi,bintek , honor-honor pejabat, rehab kantor,” kritik Muslim.

Selain itu, Muslim juga mempertanyakan, berapa anggaran Covid-19 yang digelontorkan, untuk penanganan pandemi corona di Sulbar dan terkesan tidak ada keterbukaan.

“LAK Sulbar juga mempertanyakan beberapa anggaran Covid-19 untuk penanganan wabah corona, saya nilai tidak ada keterbukaan, jangan sampai dana corona justru ramai-ramai di korupsi,” kata Muslim.

Selain itu, Ketua LAK Sulbar meminta para anggota DPRD harusnya melakukan control.

“Rekan-rekan di DPRD harusnya melakukan control dalam pengelolaan anggaran corona, jangan hanya diam dan kami nilai Tim Gugus Covid-19 di Sulbar lelet seperti siput. Seharusnya gesit memberikan bantuan kelapangan kepada masyarakat, jangankan membantu Sembako masker saja tidak maksimal,” tutupnya.#Jaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *