Matikan Virus C-19, Indonesia Kembangkan Robot untuk Sterilisasi Ruang Isolasi

JAKARTA – Peneliti Telkom University (Tel-U) berkolaborasi dengan para peneliti dari Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) dan Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) .

AUMR ini berfungsi untuk melakukan sterilisasi, dengan menggunakan sinar ultraviolet tipe C atau yang disingkat dengan UVC. UVC ini memiliki panjang gelombang 254nm.

Bacaan Lainnya

“Sistem UVC yang digunakan adalah UVC dengan panjang gelombang 254nm,” ungkap Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI Irwan Purnama dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2020).

Panjang gelombang ini, lanjutnya, mendekati panjang gelombang gemirsidal puncak yaitu 262nm, di mana ukuran tersebut adalah yang paling mematikan untuk virus.

“Kegunaan UVC adalah untuk meng-inaktivasi microba khususnya virus. Keunggulannya penggunaan UVC adalah sterilisasi dan desinfeksi yaitu tidak meninggalkan residu,” tulisnya lagi.

Sistem UVC ini sama halnya dengan penggunaan kimia basah, ungkap Irwan, sehingga akan sangat cocok digunakan di ruang isolasi.

“UVC diharapkan bisa meng-inaktivasi virus yang menyebar dalam bentuk aerosol di udara, droplet atau yang menempel pada permukaan benda pada peralatan medis di ruangan isolasi tersebut,” sambungnya.

Namun demikian, pemanfaatan AUMR bukan untuk level rumah tangga, bahkan untuk pengoperasian di rumah sakit pun, ruangan harus bebas dari manusia.

“Bila ada tenaga medis atau pasien di dalamnya harus terlindungi dari paparan UVC,” jelas Irwan.

Hal ini dikarenakan UVC bisa menyebabkan kanker kulit atau katarak pada mata dalam jangka panjang.

“Karena itu, kami menggabungkan UVC dengan Mobile Robot ini untuk menghindari peran manusia dalam proses sterilisasi tersebut,” paparnya.

Idealnya, UVC yang dibawa oleh AUMR ini bisa mensterilisasi dirinya sendiri dari paparan virus selama proses sterilisasi itu berlangsung.

“Tapi sampai saat ini kita belum melakukan pengecekan bagian blankspot di AUMR yang tidak terkena cahaya sinar UVC yang dibawanya,” sebut Irwan.

BPI LIPI berperan dalam kajian penggunaan UVC, efektifitasnya dan desain UVC ketika diintgerasikan pada mobile robot.

Peneliti Bioteknologi LIPI, Ratih Asmana Ningrum menyebutkan bahwa Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI berperan untuk uji efektivitas robot sebagai sterilizer. Proses pengujian alat dilakukan di BSL-3 di Puslit Bioteknologi.

“Kami menguji kemampuan robot untuk mensterilisasi ruangan. Untuk tahap awal, kami menguji dulu kemampuannya terhadap bakteri, jadi akan dibandingkan jumlah bakteri sebelum dan sesudah penyinaran,” ungkap Ratih.

Pengujiannya sendiri dilakukan di beberapa tipe ruangan, yakni ruangan tekanan positif (seperti ruangan operasi), ruangan tekanan negatif (ruangan isolasi) dan ruang umum.

Adapun peran Tel-U dalam pengembangan AUMR ini, selain dalam bidang pendanaan adalah membuat platform mobile robot yang sudah siap diintegrasikan dan digunakan. Tel-U pun menyiapkan laboratorium pembuatan prototipe, dan SDM yang membantu pembuatan prototipe tersebut.#Rilis/LIPI/Siar.

Editor: Jaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *