Menyoroti Pembangunan UPT Labkesda Sulbar Dinilai Cacat Hukum?

MAMUJU – Pembangunan Unit Pelaksana Tekhnis Laboratorium Kesehatan Daerah (UPT Labkesda) menelan anggaran Rp14 milliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN tahun 2019, menuai sorotan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulbar dan menjadi sorotan media, sehingga publik mempertanyakan sudah sampai kemana pihak aparat penegak hukum mengusut tuntas proyek tersebut.

Sebelumnya pihak  LSM sudah melayangkan surat laporan untuk penyelidikan, kepihak Polda Sulbar tapi sampai saat ini tidak jelas ujung pangkal, sudah sejauh mana pihak aparat mengusut tuntas dimana proses pembangunannya dinilai cacat hukum dalam pengrusakan aset Negara.

Bacaan Lainnya

Peraktisi hukum Sulbar, Kamiruddin Al Islami,SH.
Menyoroti dan menilai pembangunan Labkesda cacat hukum.

“Pembangunan UPT Labkesda cacat hukum, sangat jelas
dialamnya bahwa aset Negara tersebut yang nota bene aset Kementerian Kesehatan dalam bentuk bangunan instalasi gizi Rumah Sakit Regional Sulbar, yang dalam pemugaran aset Negara tersebut belum ada penghapusan dari aset Negara. Dan ini sudah merupakan tindak pidana, sesuai dengan Pasal 406 dan 407 KUHPidana  ancaman hukuman 2 tahun penjara,” ungkap Kamiruddin kepada Koreksi.id, Rabu (26/2/2020).

Lebih lanjut Kamiruddin menjelaskan, bahwa
barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya seperti aset Negara, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan penjara.

Padahal sebelumnya, salahsatu LSM penggiat anti korupsi sudah melaporkan ke Polda untuk menyelidiki, karena kuat dugaan adanya korupsi dari nilai anggaran, selain proses pembangunannya cacat hukum.

Dari catatan Koreksi.id, nilai anggaran pembangunan UPT Labkesda, keseluruhan Rp.35 milliar, untuk pembangunan fisik sekitar Rp.16 milliar dan anggaran pendukung alat Labkesda sekitar Rp.17 milliar, sisanya adalah kebutuhan lainnya.#Jay/Red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *