Miris, Sakit Muntah Darah Warga Rampi Ditandu 20 Km menuju Puskesmas

LUWU UTARA | KOREKSINEWS.id  – Tetia Anti seorang ibu rumah tangga menderita muntah darah ditandu sejauh 20 km dari Desa Rampi menuju Puskesmas yang berada di Desa Sulaku, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara.

Kejadian itu sudah sering kali terjadi, membuat Ikatan Pemuda Mahasiswa Rampi (IPMR) ikut prihatin dan merasakan penderitaan yang dialami pihak keluarga Tetia Anti berjuang menandu demi mendapatkan perawatan dengan fasilitas medis yang seadanya.

Bacaan Lainnya

Sementara ibunya Tetia Anti masih dalam kondisi sakit, dalam perawatan dengan perlengkapan medis yang tidak memadahi. Hal ini sudah puluhan kali dirasakan masyarakat Rampi , dikarenakan keterbatasan akses yang seadanya dan tenaga medis.

Ketua Umum IPMR, Adrian Wunta prihatin atas kejadian tersebut menilai pihak Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk memberikan perhatian baik terutama pembangunan infrastruktur.

“Problem di Rampi bukan masalah yang sepeleh dan tidak boleh di pandang sebelah mata, persoalan di Rampi menyangkut hajat hidup orang banyak, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, agar mengeluarkan solusi atas problem dialami masyarakat untuk mendapatkan sarana pengobatan, kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai bukankah hal yang mendasar ini dipenuhi agar bagaimana masyarakat Rampi mendapatkan haknya sebagai warga,” kata Adrian Wunta, Kamis (7/11/2023)

Adrian meminta kepada pihak Pemerintah Luwu Utara dan Pemprov Sulsel untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat di Rampi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *