Peduli Nurvaizah, SDM PKH Mamuju Berbagi

MAMUJU – Nurvaizah seorang anak beberapa terakhir ini viral di media sosial, karena penyakit yang ditanggungnya, tentunya ada kisah anak tersebut sehingga menggugah  hati para netizen.

Melalui Sastra Iskandar di akun facebooknya, menyampaikan keprihatinan terhadap anak  tersebut, sehingga membuat para komunitas SDM tenaga pendamping PKH dalam komunitasnya di Mamuju melakukan kunjungan ke rumah tempat ia menumpang.

Bacaan Lainnya

“Kita sekarang berkunjung ke rumah Nurvaizah bertemu dengan orang tua dan berbagi menyisihkan sedikit rezeki kepada orang tua Nurvaizah,” ungkap Sastra  Dewan penasehat Komunitas  SDM PKH Peduli yang juga  pendamping Kecamatan Bonehau, Sabtu (13/6/2020).

Lanjutnya, komunitas yang mengatasnamakan SDM pendamping PKH Peduli juga mengedukasi kepada orang tua Nurvaizah, agar anaknya segera dibawah kerumah sakit guna memperjelas diagnosa penyakit yang diderita Nurvaizah.

Mendengar dari kronologi Nurvaizah bahwa anak tersebut sudah kurang lebih 6 bulan menderita dan juga sudah pernah di bawa kerumah sakit namun, dikeluarkan oleh orang tuanya karena selama 11 hari dalam rumah sakit juga tak kunjung ada perubahan.

“Sudah  pernah masuk rumah sakit pak cuma dikeluarkan karena tak kunjung ada perubahan,” kata Abdul Wahid, ayah Nurvaizah.

Melihat dari sisi ekonomi kedua orang tuanya juga adalah orang  kurang mampu atau menengah kebawa, menjadi alasan untuk tidak bertahan di rumah sakit.

Namun setelah diberikan pencerahan dari beberapa anggota komunitas mengedukasinya dengan baik memberikan masukan kepada kedua orang tuanya sehingga anak tersebut dibawa ke Rumah Sakit Mitra Mamuju.

Diketahui anak tersebut sekolah di SDN Inpres Pabettengan, Kacamatan Bonehau yang umurnya masih belasan tahun dan baru kelas dua SDN, tentunya perlu dukungan dari segala pihak.

Jusriah pendamping PKH Kecamatan Simboro, ikut menyampaikan keprihatinan kepada Nurvaizah dan  ia berharap kepada seluruh masyarakat, agar bergandengan tangan dalam meringankan beban orang tuanya.

“Gotong royong dan saling bahumembahu dengan meringankan beban orang tua Nurvaizah, kita sebagai warga Mamuju harus selalu mengentalkan jiwa gotong royong dalam kemanusiaan,” tutup Jusriah.#siar/Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *