Polisi Tangkap 3 Kurir Mau Bawa 15 Kg Sabu dan 3.400 Esktasi ke Pinrang

BULUNGAN – Polisi menangkap tiga orang pria di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) usai kedapatan membawa sabu seberat 15 kilogram dan 3.400 butir ekstasi asal Malaysia.

Barang haram tersebut hendak diedarkan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bacaan Lainnya

“Dari para pelaku kita berhasil mengamankan sabu sebanyak 15 kilogram dan 3.400 butir ekstasi asal Malaysia,” ujar Kapolresta Bulungan, Kombes Agus Nugraha kepada wartawan, Sabtu (16/12/2023).

Pengungkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat ke polisi terkait adanya penyelundupan sabu di Jalan Poros Tanjung Selor-Malinau, Sabtu (9/12) sekitar pukul 15.30 WITA. Tiga orang kurir diamankan masing-masing berinisial DR (43), AR (21), dan R (21).

Agus mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan cara menyetop mobil pikap yang dikendarai DR. Polisi kemudian langsung melakukan pemeriksaan.

“Saat dilakukan pemeriksaan anggota berhasil menemukan 15 bungkus plastik pancake durian asal China berisi sabu 15 kilogram dan 35 bungkus berisi 3.400 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam dashboard doortrim mobil dan bantal,” ungkapnya.

Agus menuturkan dari hasil pengembangan diketahui DR akan dijemput dua pelaku lainnya yakni AR dan R. Kedua pelaku tersebut bertugas menjemput DR untuk selanjutnya sama-sama mengantar sabu tersebut ke Pinrang.

“Untuk tersangka AR ini kita amankan di sebuah SPBU di KM 2 Tanjung Selor pada Sabtu sekitar pukul 17. 30 Wita. Sementara tersangka R kita amankan di kosnya di Tarakan,” terangnya.

Agus mengungkap dari hasil pemeriksaan lanjutan, ketiga kurir tersebut mengaku mendapat arahan dari RL dan BD yang saat ini ditetapkan sebagai DPO. Sabu tersebut rencananya akan di bawa ke Balikpapan dan selanjutnya diantar ke Pinrang.

“Iya rencananya narkotika ini dibawa dulu menggunakan jalur darat ke Balikpapan dan selanjutnya menggunakan kapal menuju Pinrang dimana DPO atas nama RL sudah menunggu di disana,” bebernya.

Agus menambahkan jika para pelaku berhasil mengantar sabu dan ekstasi tersebut, ketiganya akan mendapatkan upah Rp 50 juta dari RL. Sementara DR sudah diberikan uang Rp 20 juta untuk biaya operasional.

“Saat ini kami masih memburu tiga tersangka lain. Sementara 3 pelaku yang telah kami amankan kita jerat Pasal 112 subs Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *