Polisi Tangkap Penipu Modus Gadai Sawah Bodong di Polman

POLMAN – Enam pelaku penipuan modus gadai sawah fiktif alias bodong di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diamankan polisi. Perbuatan keenam pelaku membuat korban menderita kerugian hingga Rp 560 juta.

“Ini murni penipuan dengan modus gadai sawah,” kata Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono saat menggelar konferensi pers di kantornya, Sabtu (30/12/2023).

Bacaan Lainnya

Praktek penipuan gadai sawah fiktif ini terjadi di Kecamatan Polewali dan Kecamatan Binuang. Enam terduga berinisial DA, DR, NU, HE, AR dan RA, diamankan polisi pada Jumat malam (29/12).

Mereka diamankan berdasarkan 3 laporan polisi (LP). Masing-masing LP/B/164/X/2023/SPKT/Res Polman/Sulbar tertanggal 2 Oktober 2023 dan LP/B/212/XII/2023/SPKT/Res Polman/Sulbar, serta LP/B/213/XII/2023/SPKT/Res Polman/Sulbar tertanggal 26 Desember 2023.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan peran masing-masing terduga pelaku. DA sebagai pelaku utama berperan mencari orang yang ingin menggadai sawah.

Lalu DR yang merupakan staf salah satu desa di Kecamatan Binuang, bertindak sebagai pembuatan dokumen akte jual beli yang dipalsukan.

“Sementara 4 terduga pelaku lain yaitu NU, HE, AR dan RA, berperan sebagai pemilik sawah untuk korban berbeda-beda,” ujarnya.

Agung mengatakan praktek penipuan ini diawali salah satu terduga pelaku yang mendatangi rumah calon korban. Mereka datang untuk menawarkan gadai sawah.

“Salah satu terduga pelaku membuat akte jual beli tersebut agar dapat meyakinkan korban terkait dengan sawah tersebut, lalu korban dan terduga pelaku janjian untuk bertemu dan mengecek lokasi sawah. Setelah mengecek sawah tersebut terjadilah kesepakatan antara korban dan terduga pelaku untuk menggadai sawah,” beber Agung.

Agung menuturkan terduga pelaku berkomplot melakukan penipuan untuk mendapatkan sejumlah uang. Hasil penipuan dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk mendapatkan keuntungan dari uang gadai sawah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menutupi uang gadai sawah sebelumnya,” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *