Saran untuk Polres, Kejaksaan dan Pengadilan

KOREKSINEWS.id -OPINI | Setiap orang yang dijadikan tersangka, wajib didampingi advokat , pengacara dan penasihat hukum, mulai tingkat 1-2-3, dan “Surat Kuasa” dari tersangka , klien hukum sebaiknya terbit satu kali saja, jangan dua kali, pada polres dan pengadilan.

Masalah yang timbul adalah ?
Banyak klien hukum seorang advokat dirampas orang, dia bukan lagi sebagai advokat yang ditunjuk klien saat sidang di pengadilan.
Seharusnya, dalam berkas tersangka dilampirkan surat kuasa itu, mulai di polres, kejaksaan dan pengadilan.

Bacaan Lainnya

Jangan dua kali bikin surat kuasa. Jangan ada klien hukum advokat A diambil advokat B atau C, di pengadilan.Karena tugas advokat ialah mendampingi tersangka, terdakwa dan terpidana sampai putusan hakim di pengadilan.

Sesama advokat jangan rampas klien orang. Sekalipun lewat Posbakum di pengadilan, sebab ini melanggar kode etik advokat.
Surat kuasa dari advokat untuk klien (tersangka, terdakwa) terpidana cukup terbit satu kali, saat proses hukum di polres.

Jangan bikin lagi surat kuasa saat mau sidang di pengadilan.
Semoga jadi perhatian seluruh penegak hukum, polisi, jaksa, hakim dan advokat.

Oleh: Muh.Ridwan Haminuddin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *