Sitti Hadara Tersandera di Rumah Sakit, Akhirnya Bisa Pulang

MAMUJU – Terkait masalah pasien atas nama Sitti Hadara warga Dusun Parundang, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat, baru mendapat respon dari Direktur Rumah sakit Regional (RSG) Sulbar.

Sebelumnya pasien tersebut belum bisa pulang, dikarenakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat sudah tidak aktif dan harus membayar biaya pengobatan di rumah sakit regional.

Bacaan Lainnya

Melalui Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar, dr Indahwati saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (19/2/2020)

“Saya kira ini tidak ada masalah, jika ada masyarakat yang mengalami kondisi seperti itu,” ucapnya

Lebih jauh dr Indahwati menjelaskan, bahwa karyawan di rumah sakit, hanya menjalankan aturan yang ada di rumah sakit dan kalau biasa ada masalah, dikontak langsung karena yang mengambil kebijakan itu adalah direktur.

“Tidak perlu kawatir atas pasien tersebut, saya juga sudah ditelpon langsung dengan ibu gubernur untuk bagaimana kami bisa memperhatikan pasien tersebut,” kata dr Indahwati.

Sementara persoalan pemulangan dari pasien itu, dari pihak rumah sakit.

“Kalau memang besok sudah bisa pulang yah kami akan urus, tetapi kalau kondisinya belum memungkinkan tentu harus dirawat dulu,” terangnya.

“Kami juga dari pihak rumah sakit jika ada laporan dari anggota seperti itu, tentu kami juga menimbang perikemanusiaan dan ibu gubernur juga sudah menginstruksikan langsung kepada saya bahwa ini pasien bisa diperhatikan,” papar dr Indahwati.

Pihaknya mengaku bahwa pasien tersebut akan dikunjungi oleh istri gubernur.

“Rencananya ibu gubernur juga besok akan turun langsung melihat kondisi pasien, kalau kondisi pasien bisa dipulangkan maka kita pulangkan dan kalau belum bisa dan kondisinya belum kondusif maka harus dirawat dulu,” ujar dr Indahwati.

Ia meminta tidak usah khawatir, dan pada intinya ini di back up sama ibu gubernur dan pihak rumah sakit juga tidak akan mempersulit masyarakat sepanjang itu benar – benar bahwa masyarakat ini adalah masyarakat tidak mampu

“Kita juga tentu memperjuangkan hak masyarakat ke pemerintah, dan pihak rumah sakit itu tidak ada kesalahan,” kunci dr Indahwati.#dhy/red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *