Taslim Tammauni Kembali Pimpin Kadin Sulbar, Ini Visi dan Misinya

MAMUJU – Berkembangnya suatu daerah jika sumber daya alam (SDA) didukung potensi sumber daya manusia (SDM) sebagai tolak ukur jika hal itu disingkronkan. Olehnya itu sebagai lembaga dimana dimotori para pemikir dan pelaku usahawan dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulbar menggelar
Musyawarah Provinsi (Muprov) ke IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulbar dilaksanakan di Hotel Matos Mamuju, Jumat (6/3/2020) dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roseani memberi nuansa tersendiri para pengurus Kadin Sulbar, di Ketuai H.Taslim Tammauni.

Dalam sambutannya, Ketua Kadin Indonesia, Rosan mengatakan, Sulbar punya potensi dari segi letak wilayahnya, apalagi sejak bergulirnya daerah Kalimantan Timur, yaitu PPU sebagai calon ibu kota Negara. Hal itu membuat Sulbar akan menjadi sebagai provinsi penyangga calon ibu kota tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dari segi wilayah Provinsi Sulbar, punya potensi baik dari segi sektor perkebunan, pertanian dan perikanan, peternakan potensi itu harus dikembangkan untuk ditingkatkan. Apalagi Sulbar dan Kaltim berdekatan, peluang ini harus ditangkap buat pengurus Kadin di Sulbar dan Pemprov Sulbar dalam peningkatan sektor ekonomi kerakyatan,” kata Rosan.

Ditempat sama, Ketua Kadin Sulbar terpilih secara aklamasi periode 2020-2025, H.Taslim Tammauni didepan para pengurus se Sulbar, ia memaparkan visi dan misinya.

“Program kami sekarang menggarap sektor pertanian, perkebunan dan perikanan serta pertambangan dibawah naungan Kadin Sulbar, hal ini sudah direspon positif Ketua Kadin Indonesia, bapak Rosan. Potensi alam kita mendukung kembali lagi sumber daya manusia kita masing-masing memanfaat peluang dan hal tersebut, sudah kita bicarakan sama gubernur Sulbar, beliau juga merespon,” ungkap Taslim Tammauni.

Lanjut kata Taslim Tammauni, dia akan melibatkan setia pengurus Kadin di setiap kabupaten, mengelolah potensi yang ada didaerahnya masing-masing.

“Rekan-rekan pengurus Kadin di kabupaten, garap potensi yang ada didaerah untuk kepentingan masyarakat, contoh di Mamuju Tengah harga pisang satu sisir harga Rp.2.500 kalau di Kalimantan Timur sudah jadi harga Rp.15.000, hal itu terjadi akibat permainan tengkulak. Olehnya itu kita dari Kadin bantu masyarakat setempat dalam peningkatan ekonominya,” terang Taslim Tammauni.#Jaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *