Universitas Tomakaka Gelar Sertifikasi Tenaga Ahli Muda via Daring

MAMUJU -Jaman saat New Normal adalah saat terbatas bagi semua orang beraktifitas. Pada jaman ini, semua kegiatan mengalami perlambatan, bukan hanya itu sebagian besar telah mengalami penghentian, bahkan PHK.

Kejadian ini tidak berlaku bagi Universitas terkemuka di Sulawesi Barat, dimana kampus yang terletak dibagian utara kota Mamuju, Sulawesi Barat ini, meneguhkan bahwa kampus ini sebagai kampus yang erat dengan sangangan Tenaga Ahli Konstruksi. Betapa tidak, tidak kurang dari 100 orang akan mengikuti pelatihan Tenaga Ahli Muda, dan Uji Kompetensi Sertifikasi. Perhelatan akbar ini dilaksanakan atas kerjasama yang baik, oleh Kampus Tomakaka, dengan pihak Balai Jasa Konstruksi Wilayah 6 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Acara ini juga di tunjang oleh pihak LPJK Nasional. Pengurus Pusat LPJK sebagai lembaga yang secara resmi akan mengeluarkan sertifikat berharga ini. Ada lima bidang kerja yang akan diuji, yakni, Tenaga Ahli Bangunan Gedung. Irigasi, Jalan Jembatan, Manajemen Konstruksi dan Tenaga Ahli K3 Konstruksi.

Dalam sambutannya disebutkan, bahwa kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik bagi di Sulawesi Barat. Karena sementara ini, Sulawesi Barat mempunyai 355 Tenaga Ahli Konstruksi yang tersebar di semua kabupaten di Sulawesi Barat. Dengan adanya kerjasama milenial ini, akan bertambah 150 orang tenaga ahli konstruksi yang akan mewarnai pembangunan selanjutnya di Sulawesi Barat.

Hal itu dikatakan, melalui perwakilan penyelenggara, H.Firman Juang Mallarangeng, melalui pesan tertulis via WhatsAap (WA) kepada Koreksi.id, Selasa (9/6/2020)

“Hari ini kita kekurangan tenaga ahli, dari yang idealnya kita mempunyai 1300 Tenaga Ahli, akan secara perlahan-lahan kita latih dan sertifikatkan,” kata Firman Juang.

Firman Juang menjelaskan, mengapa dengan Kampus Tomakaka sebagai pihak penyelenggara bekerjasama,menurut Firman Juang, karena Universitas Tomakaka adalah kampus tertua teknik yang dimiliki Sulawesi Barat.

“Para peserta sertifikasi kali ini, pesertanya adalah mahasiswa, dosen dan umum. Kita prioritaskan dosen dan mahasiswa, agar selain sinergitas, juga kualitas konstruksi bisa kita mulai dari kampus yang ada,” jelaska Firman Juang.

Perlu diketahui bahwa Bidang Jasa Konstruksi, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) Sulawesi Barat telah memfasilitasi kegiatan ini, diharapkan dapat secara efektif dan efisien dilaksanakan, karena ini dilakukan secara online melalui aplikasi. Kebutuhan real akan tenaga ahli di Sulawesi Barat akan beranjak menuju kondisi yang ideal. Jika kegiatan ini dapat  diusulkan juga di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), akan mempercepat kesiapan kebutuhan tenaga ahli.

“Kualitas konstruksi kita semakin maju, itu harapannya. Karena semakin banyak yang paham dan melek teknologi, bukan dengan orang yang itu itu saja,” ungkap Firman Juang.

Olehnya itu, Firman Juang berpendapat bahwa dari bidang Jasa Konstruksi juga mau menambahkan, bahwa setidaknya, kampus Teknik Tomakaka dan Unsulbar mulai mempelajari Building Informastion System (BIM). Karena konstruksi sekarang telah melalui kemajuan yang pesat di seluruh dunia, sistem modeling ini memungkinkan para perencana mendesain konstruksi secara digital terlebih dahulu, baru kemudian membangun secara fisik di lapangan.

“Sistem ini yang kami nama kan sistem milenial,karena anak-anak muda jaman milenial sekarang yang cenderung lebih maju dan paham akan teknologi. Karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah mempersiapkan ini beberapa tahun terakhir, namun agak lambat diserap bagi kita di bagian timur Indonesia. Kegiatannya bertajuk SIBIMA, Sistem Informasi dan pembelajaran Konstruksi Indonesia. Aplikasi atau program yang digunakan di windows, seperti Revit, Tecla, ArchiCAD, SAP,” terang Firman Juang menjelaskan.

Selain itu, aplikasi tersebut baru sebagian kampus yang mempelajari dan tidak lebih dari setengah pemerintah daerah yang menerapkannya. Untuk sementara, Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan kampus rujukan yang telah mempelajari sistem BIM ini, kedepan akan ditindaklanjuti dengan studio arsitektur yang dibuat di Fakultas Teknik Tomakaka, untuk kemudian akan dibina langsung secara berjenjang oleh para pembina dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.#Jaya/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *